Gravatar terima kasih anda telah menjelaskan sedikit perkembangan terakhir dari Venska. Saya sebetulnya hanya tetangga semasa kecil di Ambon. Kebetulan waktu itu ditugaskan mengotak-atik rangkaian elektronik pengukur kelembaban tanah agar dapat dipresentasikan oleh Venska untuk memenuhi persyaratan ikut perlombaan Karya Ilmiah Remaja LIPI.
Soal prestasi Venska tentu saja begitu fantastik. Banyak wanita Indonesia memiliki prestasi seperti dia hanya kurang kurang beruntung karena lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, atau terjebak dengan romantisme pengabdian kepada suami dan anak-anak. Venska lebih beruntung karena dukungan total dari Tonny terhadap pilihan kariernya. Selain itu saya tidak menutup mata sikapnya yang rendah hati, sederhana dan ketekunannya adalah faktor lain yang menopang keberhasilannya. Mungkin karena itu dia jauh dari jebakan selebritas yang bisa meneggelamkannya.


Gravatar Saya memang tidak mengenal ka Venska secara langsung, tetapi dari cerita orang-orang di Ambon, saya tahu tentang ka Venska. Saya kenal ayah ka Venska, Dr. A.N. Radjawane, dosen saya di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku - Ambon, mengajarkan kami Bahasa Ibrani dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Alkitab khususnya Perjanjian Lama. Seorang yang sangat disiplin dan keras dalam proses pembelajaran. Beliau adalah lulusan terbaik program doktoral di Jerman dan menjadi ikon Program Teologi di Universitas tersebut sampai sekarang, artinya beliau menjadi tolak ukur bagi seluruh mahasiswa Indonesia yang belajar di lembaga tersebut.
Saya sebenarnya punya pengalaman pahit dengan Dr. Radjawane ini, ketika pada tahun 1997, saya kedapatan membantu teman dalam ujian semester, beliau langsung meminta agar saya diskors atau beliau yang mengundurkan diri dari lembaga. Kesalahan itu kemudian membuat saya dapat belajar untuk benar-benar memahami bahwa kasih kepada sesama itu punya arti yang lebih dalam daripada itu.
Kalau ayahnya sangat disiplin dan keras dalam pendidikan, tak salah lagi kalau anaknya akan menuai hasil yang baik.


Gravatar Sepertinya anda mengambil tulisan ini dari Radio Baku Bae...??? Saya sendiri berharap agar anda mencantumkan hal itu di sini... Thanks


Gravatar bangga saya sebagai wanita indonesia.sayang tidak banyak yang seperti beliau,sebenarnya sewaktu SMA dulu saya mempunyai ambisi yang tinggi,dan mempunyai minat yang besar di bidang penelitian,tapi entah bagaimana terperangkap ya itu dalam romantisme pengabdian kepada suami n anak seperti yang komentator pertama utarakan.pihak ortu juga berperan banyak, karena memaksa seklah yang singkat seperti perhotelan ketimbang tehnik perkapalan yang saya minati dan saya dapatkan dengan belajar keras menghadapi sipenmaru pada zaman saya.Mudahan banyak perempuan indonesia tak selemah saya. salam Sukses




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan