Silakan Berkomentar ....

Gravatar wadoow..gak heran kamu jadi penulis. lha, membahas teroris aja sepanjang kali ciliwung. he hehe..

lucu, pedes dan penuh sindiran. bacanya ampe terpesona.

btw, aku mo kasih award nih. tapi dipajang ya?


Gravatar @fan fan : Setelah tulisan ini tak baca ulang saat tayang di blog, baru nyadar kalo tulisan ini memang kepanjangen kalo ditulis di blog - apalagi yang model tiga kolom. Hi hi hi. Kamu mau ngasih award, ya bolehlah, mau ngasih bakso tentu lebih boleh lagi. Masalah majang ya kalo pas online ya tak ambil. OKe bu?


Gravatar setuju ama yang di atas


Gravatar doh, makij repot, nih, mas love. aksis teror bom jelas2 layak dikutuk, tapi lebih terkutuk kalau benar insiden ini berkaitan dg pilpres. walah!


Gravatar loh, komenku kok ndak muncul, mas love. mudah2an bukan karena diembat teroris, haks.


Gravatar Walah..walah pak sawali, kalo di sini kayaknya bomnya sudah kubersihken.


Gravatar @buwel : Setuju sama yang di atas? Setuju apaan memangnya


Gravatar si buwel mah setojo mulu tuh. he he he...

besok awardnya baru diposting. jangan lupa diambil.


Gravatar Nice idea.Btw,menurut kabar yang saya baca, isuenya terror yang ini memang ada hubungannya dengan pilpress mas.Informasi dari intelejen mengabarkan bahwa sasaran teroris adalah SBY.Thanks kunjugannya.Saya link ya.


Gravatar harusnya presidenmu yang sampeyan cintai itu malah minta maaf kepada banga indonesia karena terjadinya terorisme disini...


Gravatar “Kamu memang mungkin memang bukan penyebab penderitaan kami, tetapi karena kamu senang dan kami susah, kamu menikmati kesenangan tanpa perduli kesusahan kami - lalu mengapa kami harus perduli terhadap kesusahan kamu. Jika kami tidak mungkin menghilangkan kesusahan kami, mungkin lebih baik jika kamu kami buat sama susahnya dengan kami“

hehehehe orang yang ngomong kayak gini pasti udah mulai gak waras yak :D


Gravatar @fanny : Yup Yup tapi kalo aku online lho : On line Online...


Gravatar @Aisha : Terimakasih kembali


Gravatar @suryaden : Yah, kalo mau minta maaf sih bagus. Tapi saya sih lebih ngarepin Indonesia aman daripada harus mendengar permintaan maaf terus


Gravatar @dhammaduta : Waduh : Yang nggak waras itu bukan yang ngomong sayangku cintaku - yang nggak waras itu orang yang merasa demikian kemudian mengekspresikan perasaannya dengan cara-cara yang ajaib kayak kemarin.


Gravatar Keren nih blog, tulisan mencerminkan orangnya .

Salam kenal...


Gravatar @LP
Wah tulisan ini cocoknya anda tampilkan di kolomnya harian kompas donk.... hehehe sekalian dapat honorrrrr


Gravatar ya..ya..ya...memang yang namanya teroris membuat orang tidak aman tidak tenang & damai.Terkutuklah para pelakunya yang biadab ini.Yang penting mari kita saling membantu yg miskin dan saling menghargai pada sesama untuk bangsa dan negara kita.
salam rahayu dan kasih.


Gravatar saya setuju dengan konsep ketidak adilan itu...
saya kira persepsi ketidakadilan itu bisa disederhanakan. 'hanya urusan perut dan urusan dapur'..

orang lapar akan mencari makan.
nek kalo kenyang biasanya adem2 ae..
*cuma opini saya.. hehehe
salam kenal mas, tak link ke blogku ya.. :D


Gravatar pis...awardnya sudah bisa diambil ya.


Gravatar Wah penjelasannya tentang teroris panjang bener ya, tapi bagus banget bisa menjabarkan sampai sepanjang itu!
terjadi teroris karena sesuatu yang mereka anggap tidak adil ya? bisa juga memang kaya begitu! tapi ada juga yang memang orang tidak suka! seperti bom bali itu! semoga saja kita dijauhkan dari yang seperti itu, dan tidak ikut terkena akibat dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu!
Stop
Dreaming Start Action


Gravatar @anazkia : Salam Kenal juga


Gravatar @Marsyono9 : Iya..iya aku nyadar kalo kepanjangen. hi hi hi


Gravatar @yang Kung: Salam Rahayu


Gravatar @lilipery : Whaduh kalo urusan dapur , ibu-ibu yang mestinya lebih paham


Gravatar @fan -fan : Tuh dah tak pajang dengan sukses.


Gravatar maksih ya, lopis lapis legit...


Gravatar Aku kurang setuju jika terror yg itu dikaitkan pd ketidakadilan atau demi mencari keadilan. Itu klise! Keadilan-ilmiah pernah dicoba - sama rata sama rasa - gagal di Sovyet dulu.
Aku cenderung mengaitkan teror iki kpd kekuasaan lah, kekuasaan bodoh dari org-org yg tak berdaya upaya, atau utk membongkar password "nikmat", atau minimal utk "unjuk gigi" dulu.
-

Salam Damai!


Gravatar @Fanny : lopis apa lapis legit? Masak kamu borong semua.


Gravatar @Maren Kitatau : Bahasamu kuwi Ren ren, sirahku dadi rodo ngelu

Aku kurang setuju jika terror yg itu dikaitkan pd ketidakadilan atau demi mencari keadilan. ===> Sama aku juga kurang setuju. Yang saya bicarakan itu psikologis pelakunya. Kalo masalah keadilan mah selalu ada sisi subjektifnya sih, , meskipun ada objektifnya juga

Keadilan-ilmiah pernah dicoba - sama rata sama rasa - gagal di Sovyet dulu. ==> Kalo rasanya asem semua memang nggak enak. Mestinya asem ada manisnya dikit, plus asin garem.

Aku cenderung mengaitkan teror iki kpd kekuasaan ===> Lha keadilan itu persepsinya ya termasuk kekuasaan barang. Gicu lho

Halo Maren piye kabare ???


Gravatar wah.. urusan dapur mang urusan ibu2..
kamsudnya, urusan dapurnya ngebul po ora..
gitu lho kang..?

delok dapur sedulur e ngebul yo pengen tho dapurnya ngebul jg..
hehehe


Gravatar @lovepasword

Yeah!

Keadilan asem-manis-asin,
Keadilan bermazab-mazab.

Keadilah yg ilmiah telah gagal,
Walau pun tak bermazab-mazab.

Menurutku,
Damai itu lebih asyik dari pada adil.
Tapi pelaku bom tak ngerti arti damai.
-

Salam Damai!


Gravatar @liliperry : Dadi iki masalah kebul tho iki ? he he he


Gravatar @Maren Kitatau : Yah kau memang jenius Maren.


Gravatar ora kang.. iki masalah keluarga..

*halah mulai ngawur ki.. hahaha


Gravatar @liliperry : Whaduh ternyata masalah keluarga tho iki???




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan