ComSys @ Pernak-pernik Blog

duh, kok bayar sih yah...untuk pendaftarannya padahal mo bnaget tuh kalo gratisan


sebenernya aku pengen ikutan ...tapi gak punya uang. Gak jadi deh =P

Mungkin ada yang mau bayarin? :D
::kaburr::


Gravatar mau nanya neh, cara daftarin untuk lomba blog gmn caranya??? trus ada biaya pendaftaran enggak???


Gravatar pakai bahasa inggris ya mbak ,waduh pengn ikut sih tapi membaca saja aku sulit apa lagi kalau disuruh nulis capa deh


Gravatar wah...bener..gak gratis ya, padahal keren nih


Gravatar hai..mbak nice blog aku pembaca buku blog km...nice blog y...back link


Gravatar tes........salam kenal. boleh tukeran link ga...??


Gravatar tolong tulisan ini pulish ke situs lain agar bisa dibaca oleh para reader lain


Penulisnya adalah staff pengajar tetap STKIP YPPGI Abdi Wacana Wamena dan Dosen Part time STKIP Kristen Wamena di Bidang Matematika.

Read and Corect

MGMP SEBAGAI SOLUSI JITU & AGEN PEMBAHARU DALAM PERKEMBANGAN PROSES PENDIDIKAN DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Mickaus Gombo, S.Pd
Staf Pengajar STKIP YPGGI Abdi Wacana Wamena

Sudah sejak lama kami menunggu kehadiran suatu Badan Kajian Kurikulum sebagai panjang tangan pemerintah pusat dibidang pendidikan dan kini telah terlahirlah Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau disingkat dengan MGMP. Kami kurang tahu persis tentang Back ground, visi, misi dan tujuan serta sasaran MGMP secara pasti oleh pemerintah Pusat, namun bagi kami selaku pengajar dan pemerhati pendidikan merasa gagasan yang telah digagas dan kini masih dalam tahap sosialisasi keberadaannya ini amat sangat membantu perkembangan pendidikan didaerah-daerah yang sulit dikontrol secara langsung oleh pengagas/Programer pendidikan ini.
Dan kami menganggap Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP ) sebagai Agen Pembaharu Mutu Pendidikan di Indonesia. Kami teringat cerita teman kami berkebangsaan Amerika bahwa di Amerika mempunyai dua Badan Kajian tentang Kurikulum, yaitu ada Kerikulum yang ada ditingkat Nasional yang ruang lingkupnya secara Unitet Statenya, namun setiap provinsi diberi kewenangan untuk menyusun Kurikulum seminasional. Dengan demikian saya mempunyai suatu pemahaman bahwa Kontent bahkan keberadaan Kurikulum yang ada ditingkat ini perlu ditetapkan pembagian porsi persentasenya. Misalnya; 95 % nya diambil dari pusat dan 5% -nya diberikan kewenangan kepada daerah untuk memanagenya. Dalam hal ini saya usul dengan istilah “ Otonomi Pendidikan “.
Selain itu, perlu diperkecil ruang lingkupnya. Agar kontrolingnya lebih mantap, perlu diberikan ruang kepada setiap daerah kabupaten/kota untuk menyusunnya. Kami pernah dipercyakan menjadi sekretaris MGMP ( Mathematic ) daerah kabupaten dimana sementara kami mengabdi, namun hal ini tidak pernah berjalan secara maksimal sesuai harapan kita, karena tidak ada pengawasan secara intensif oleh penggagas atau dalam hal ini pemerintah pusat serta pribadi-pribadi yang ikut ditatar itu tidak mensosialisi secara efektif dan kontinyu kepada sesama teman sejawat yang tergabung dalam MGMP itu, sehingga dalam implementasi program ini mengalami kepincangan.
Kami pernah melihat pemerintah pusat melalui pemerintah daerah provinsi sudah pernah melibatkan tenaga pengajar dari berbagai daerah kabupaten/kota, untuk mempersiapkan dan memberikan Training yang cukup menjadi narasumber atau informen ( Reference Life Body ) bagi guru-guru didaerah dengan biaya kegiatan yang tidak sedikit jumlahnya, namun hasilnya sampai sekarang tidak pernah nampak seperti harapan para penggagas atau para konseptor pendidikan. Dan kini MGMP semata-mata sebagai suatu idealisme belaka saja. Dan juga kegiatan yang pernah dilaksanakan selama ini




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 


 

Commenting by HaloScan