Para Kritikus berkata...

Gravatar mbak, kapan ya kira2 nongol di dvd :| ? hiks ...


Gravatar gw gak setuju.....
bagi gw, Alex Komang gak cocok pake safari, terlalu kegantengan utk ukuran buruh hehehe.

so matias muchus lebih cocok deh mba

tq yah, asike baca revieunya, kayak nonton ulang aja. kapan2 hangout lagi aja si ganteng yah hehehe


Gravatar yupz...awal film, gw sempet tertidur lo May,,,tp tau capek or kebanyakan narasi kali ye...

hanya aja pas Lintang mo out sekolah, asli gw terenyuh banget, mengalir airmataku;

bagi gw tontonan LP, menghibur, membumi, n buat funny jg dgn dialog2 yg lucu dr mulut mereka:-D

peace
HM


Gravatar "And it would be perfect if you don't put too many stars there Kebanyakan bintang justru silau, men!"

Tapi at least bintang-bintang utamanya kan semua baru mbak )


Gravatar mnrt gw filmnya terlalu 'loncat2' dan kayak ada semacam missing link di tiap adegan alias ngga nyambung alias kurang mengalirr.. hehehe..

Sayang aja soalnya alur novelnya mengalir deras sampe susah berhenti bacanya.. filmnya entah kenapa kayak cuma comot2 adegan2 yang menggugah hati aja

Salam kenal ya


Gravatar aku ama suami udah pengen bangett tuh nonton LP... tapiii... berhubung sekarang ga ada emak... ahnafnya gimanaaa tuh?...

ato juga nonton deket pintu keluar... yang berarti deket layar... hhhfff... tempat nonton paling ga enak euy...

akhirrrnyaaa... sempet kepikiran... mau gantian aja nontonnyaaa...

cumaaa... sampe sekarang belum kerealisasi tuhhh... )


Gravatar Tulisan ini lebih sempurna apabila kata "detil" pada kalimat "Perubahan detil ceritanya memang lebih banyak, tapi lebih mulus keterkaitannya dengan cerita asli." diganti dengan kata "detail" he he he he Siapa tau si Ima baca jadi dia bisa tau mana bahasa baku dan mana yang bahasa tidak baku, lumayan siapa tau keluar nanti di ujian ( pas jaman gue dulu sering keluar ).


Secara garis besar gue sangat setuju dengan ulasan lo kali ini, kalau dilihat dari semua film indonesia yang gue tonton film dengan casting terbaik adalah film Pengkhianatan G 30 S/PKI karya Arifin C Noer sampai sekarang kalau ngeliat Syu'bah Asa gue kayak ngeliat Aidit he he he

Gue sependapat bahwa peran Tora tidak penting dan ada atau tidak ada tidak ngaruh, mungkin karena Tora lagi laris sehingga diharapkan dapat menarik penonton cuma kalau gue lihat jadi seperti mubazir karena cerita Laskar Pelangi sendiri sudah sangat kuat sehingga ada atau tidak Tora menjadi tidak signifikan untuk menarik penonton.

Tapi ada kemungkinan motivasi pertemanan mirip mirip kasus Ria Irawan dan Jajang C Noer yang selalu dipakai dalam film film Nia Dinata ya biasalah tentu kita lebih nyaman bekerja dengan orang orang yang kita suka dan percaya tapi jadinya penontonnya yang eneg karena model perkoncoan kayak gini yang main dia lagi dia lagi , jadinya kayak ngegank, gank Miles dan gank Nia Dinata, personelnya dia dia juga.

Memang gue akui casting cukup susah ada yang fisiknya mirip tapi aktingnya memble dan casting memakan biaya yang tidak sedikit kalau mau yang sempurna budget membengkat akhirnya pakai aja deh yang sudah kenal itu hanya prediksi gue loh ya belum tentu kejadiannya seperti itu

Di samping itu ada kebiasaan si Riri yang gue eneg selalu nambah nambahin adegan yang nggak penting kayak waktu di Film Gie tau tau ada adegan Gie ciuman sama pelacur yang diperankan Happy Salma eh sekarang di Laskar Pelangi adalah peran si Tora yang kagak jelas udah tahu durasi waktu terbatas eh malah nambah nambahin yang nggak jelas gue jadi bingung sama cara berpikirnya dia.


Gravatar Thx, May ... gue malah gak sempet merhatiin yang detil2 kayak gitu, berhubung gue nonton sambil jadi "pemandu" buat Tiara, yang malah lebih fokus ke proyektor daripada ke layar hehehehehe ....


Gravatar Wakakak PJ ikut -ikutan salah, ini mungkin budaya latah ya, orang menulis apa yang dia baca, kalau yang dia baca salah dia ikut-ikutan salah juga Kalau orang orang yang sudah tua aja salah apalagi anak sekolah ya. Jadi siapa bilang menjadi sempurna itu gampang? Kalau gue sih lebih baik memilih untuk menjadi tidak sempurna daripada sempurna tapi menderita Gue rasa mungkin itu juga pertimbangan Riri Riza sehingga dia memilih untuk menjadi tidak sempurna di mata orang lain.


Gravatar Lo kok merhatiin seDETIL itu sih? KBBI sih gak bilang DETIL salah, tapi cuma dikasih referensi aja ke lema "detail", tapi siapa yang baca kamus sampe ke DETIL-DETIL yang kecil?


Gravatar Mbak Maaayyyy.... baru nonton aku kmaren... mewek liat nasib Lintang hu hu hu... trus, tissue aku tinggal sisa 2.... sementara ingus mengalir....jadi pake kertas bekas bon...(jorok banget ya hihihi) *loh kok jadi curhat...*


Gravatar yoi pak, yang baku itu detail, ada orang yang baca kamus yaitu anda sendiri karena ngecek comment saya he he he he

Ini buat sebenarnya buat anak sekolah kok karena berdasarkan pengalaman gue soal baku dan tidak baku ini sering keluar dan soal yang sering keluar itu yang merupakan kesalahan yang umum yang ada di masyarakat, rupanya pembuat soal jeli juga bahwa masyarakat sering salah.


resiko, analisa, praktek, apotik, intelejen itu semua bukan bahasa baku, yang baku itu risiko, analisis, praktik, apotek dan intelijen. Silahkan masyarakat memilih mau yang sempurna atau tidak, dulu banyak temen gue yang nilainya bahasa indonesia jelek karena tidak memperhatikan hal hal kecil kayak gini, gue seperti biasa selamat karena gue orangnya penuh perhatian

Yang gue mau bilang di sini ya mungkin si Riri Riza bukan tidak mau sempurna tapi karena sempurna itu relatif dan mungkin memakan pengorbanan yang tinggi ya jadi terpaksa tidak bisa terlalu sempurna. Gue merujuk ke diri gue sendiri karena gue sendiri sering memilih untuk tidak sempurna karena pilihan untuk tidak sempurna adalah pilihan yang menguntungkan Lagian menurut gue seorang sutradara harus punya perspektif sendiri dan bisa memililah milah kapan harus dengar omongan orang dan kapan harus tetap pada pendirian karena nggak semua yang berkomentar itu ngerti masalah yang sebenarnya


Gravatar Komentar buat Ara dan PJ belakangan

Mita: kalo bajakannya, paling 2-3 minggu lagi Aslinya, tunggu 3-4 bulan biasanya ya Pulang aja, Mit, biar bisa nonton

Iien: beda cuma 3 menit komentar dari Hema, pasti ikutan nginep bareng ya ?

Iya ya, Alex Komang gak cocok pakai safari. Tapi... gw ngebayangin pasti dia cocok banget di adegan ngambil rapor dan mukanya nggak berubah meskipun si Ikal rankingnya anjlok

Hema: loe ketiduran? Hehehe... Kasihan si Linda, udah susah2 nemenin loe nonton, ditinggal tidur pula

Iya, dialognya lucu2. Senang aku nontonnya, apalagi tampak si Mahar itu

surti: HAHAHA... iya ya ?

Melissa: salam kenal juga Iya, bagian awal2nya mampet, nggak ngalir Tapi... gw rasa emang novelnya juga antar bab kan sebenernya nggak ngalir juga.

Mela: udah coba kloroform? Berikan secukupnya pada Ahnaf sesaat menjelang masuk gedung bioskop

Leony: kenapa nggak ke WC dulu, Leo? Banyak tisyu gratis di sana, Neng


Gravatar Ara & PJ mengenai Baku: waduh... iya ya, yang baku "detail"? Ntar gw baca KBBI dulu, nggak ada di kantor soalnya

Yang gw ingat malah seperti kata PJ: ada referensi ke lema "detail", tapi yang baku detil.

Kalau apotek, intelijen, dan praktik emang iya. Baku. Tapi gw nggak ingat soal analisis dan risiko.

Yang jelas, Ra, komentar loe bakal lebih OK kalau nggak ada kalimat ini: "Silahkan masyarakat memilih mau yang sempurna atau tidak,", sebab setahu gw yang baku adalah SILAKAN (tanpa H)...

Ara aja: baru sekali ini Ara ngasih komentar nggak ngajak berantem

Iya, sebenernya cerita udah kuat banget. Nggak perlu dikasih banyak bintang yang malah mengganggu chemistry cerita. Malah jadinya kurang greget, karena kalo lihat si Tora kebayangnya Extravaganza. Mana aktingnya juga nggak bagus2 amat di sini, nggak seperti di BanyuBiru dulu. Jadinya malah mengganggu

Gw juga "menuduh" ada unsur pertemanan, makanya kayak bagi2 jatah di film yang diprediksi spektakuler. Sayang

Komentar loe tentang Riri Riza gak gw bahas, sebab loe jadi proyeksi gitu Belum tentu Riri Riza nggak ingin sempurna seperti loe. Bisa jadi apa yang ada adalah yang dia rasa sempurna

PJ: HAHAHA... iya, gw tahu loe nonton bareng Ara, makanya gw kira loe pasti nggak ngeh detil (eh... DETAILnya ).

Nonton lagi aja, J Gw juga mau nonton lagi bareng Ima. Kemarin Ima diajak gak mau, sekarang pingin karena teman2nya juga nonton


Gravatar ada versi online ya mbak, patut diduga PJ juga ngecek ke sono
http://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi

Mengenai proyeksi gue terhadap Riri Riza he he he iya emang itu hobby gue suka memproyeksikan apa yang gue pikirkan ke orang lain tapikan ada mbak mayanoto yang selalu memberikan kemungkinan fakta fakta yang bertolak belakang dengan apa yang gue pikirkan, kayak gini contohnya


Gravatar Ah, saya sudah antri dari sekarang buat Marcella bu...

Sudah saya titipkan juga link ibu di antrian saya :D


Gravatar FYI, waktu aku ikut cerdas cermat waktu SMA dulu aku sebagai peserta protes loh. Habis jurinya rese sih. Dia ngasi soal pilihan ganda dalam bahasa Inggris. Ya udah dong aku jawabnya pake ejaan Inggris ('ei' untuk A, 'bi' untuk B, dst.). Eh, dia rese bgt nanya (waktu aku jawab A ('Ei'), "Kamu itu jawabnya apa? A atau E? Yang jelas dong". Sebal, aku jawab: "Ini soal Bahasa Inggris, maka saya jawab menggunakan ejaan Inggris, 'Ei' untuk A dan 'I' untuk E", wakakaka...

Hmmm, nampaknya komen di atas OOT yah, haha... Anyway, belum nonton film nya nih. Waktu Lebaran kemarin diajakin nonton tapi semua penayangan sudah FULL!! Gila!! haha...


Gravatar Mbakyu,
numpang tanya:
aku kirim email kemaren ini keterima?
kirimnya ke yg cbn.


Gravatar hmmm..kira2 habis tanggal 26 pulang masi tayang ngga ya, barusan cek di 21 si hari ini masih, tapi gw belum baca bukunya si...mana lupa lagi mu dibawa ke sini.

Penasaran aja si benernya


Gravatar Seperti biasa.. saya selalu terpesona membaca review2 film nya Mbak Maya... and absoultely agree dengan ulasanmu, Mbak!
Oh ya, mbak Maya kayaknya gak terganggu dengan adegan digantikannya kisah A Ling yg memberi buku Edensor ke Ikal (dalam novel), dengan kaleng b'gambar menara Eiffel (di film)? Kalo saya sumpah terganggu banget... krn bukankah itu cikal bakal Ikal jadi terobsesi dgn keindahan desa Edensor & nantinya jalan hidup membawa dia ke sana?
Just wanna share....


Gravatar Ralat.. maksud saya bukan "buku Edensor" tapi buku novel karya James Herriot yg mengisahkan ttg desa Edensor...:-D


Gravatar Bukunya gak dapet kale ...
(ato udah dilego sama Andrea buat beli nasi wkt msh di "Ciputat" ... Hehehehehe ....)


Gravatar Mau jawab Neecan dulu aaah... karena sudah memberikan pertanyaan paling menarik di posting ini

mbak Maya kayaknya gak terganggu dengan adegan digantikannya kisah A Ling yg memberi buku Edensor ke Ikal (dalam novel), dengan kaleng b'gambar menara Eiffel (di film)? Kalo saya sumpah terganggu banget... krn bukankah itu cikal bakal Ikal jadi terobsesi dgn keindahan desa Edensor

Hehehe... sebenernya, saya malah lebih terganggu dengan pengkisahan Andrea Hirata tentang Edensor .

Pertama, saya terganggu karena: kayaknya hiperbola deh, ada anak Belitong yang baca novelnya Herriot Tanpa merendahkan teman2 di Belitong, kita tahu betapa langkanya buku di pelosok Indonesia. Nggak usah sampai Belitong; coba cari di Solo atau Nganjuk aja pasti susah. Saya belum habis mikir aja... A Ling beli buku Herriot di mana?

Kedua samar2 agak ngerasa nggak pas tentang adanya Edensor di bukunya Herriot. Saya nggak nge-fans sama Herriot, tapi biasanya saya gampang ingat nama yang pernah saya baca. Apalagi kalau bunyi dan ejaannya beda seperti Edensor ini.

Iseng2 browsing.... eh bener! Menurut Wiki, nama kota di "If Only They Could Speak" itu adalah: DARROWBY! Bukan Edensor

Dan... iseng googling lagi, tetap nggak nemu cerita dimana Herriot menjadikan Edensor setting cerita

Jadi.. komplitnya ketergangguan saya pada pengkisahan Edensor ini Makanya, saya senang2 aja ketika A Ling digambarkan cuma ngasih kaleng biskuit bergambar Eiffel. Lebih membumi

Membumi, karena A Ling yang anak pedagang kelontong itu tentu gampang aja dapat kaleng dari toko bapaknya. Dan membumi, karena Eiffel & Paris lebih "tangible" untuk anak pelosok daripada the sophisticated Edensor


Gravatar ara: jadi, loe emang suka proyeksi biar gw kasih komentar???? Buset deh, segitu niatnya

Eh, iya ya, di situ "detail" emang baku Thanks

Zilko: itu kan namanya bukan protes, Zilkoooo! Itu namanya memperjelas jawaban . Kalau protes tuh: dia nyalahin jawaban loe (karena dikira loe bilang E), dan bilang jawaban yang benar adalah A, dan loe gak terima

Sekarang udah nonton, belum ?

ManSup: deuh... emangnya situ sembako ya, kok saya disuruh ikut antri

intan: udah gw reply yaaa

Indie: masih, masih Kalo enggak, ya bentar lagi ada DVD-nya

PJ: gak penting


Gravatar mb may..baju safari ayahku adalah bagian favorit saya di buku sang pemimpi...tapi menurut saya yang cocok jadi ayahnya ikal justru wajah2 seperti el manik atau dedy mizwar kali ya


Gravatar Makasih penjelasannya mbak... jadi nambah lagi wawasan saya
barusan iseng googling juga, nemu link ini http://pi.koen.cc/2008/04/
blogger ini penggemar novel2 Herriot & menjelaskan bhw nama Kota Edensor mmg gak pernah disebut2 oleh Herriot dlm novelnya.
Jadi... apakah ini termasuk 'cerita fiksi' yg diselipkan sebagai pemanis kisah nyata nya Andrea ya? (secara Andrea sendiri pernah bilang kalo kisah dalam novel2nya juga gak 100% true story)... moga2 buku Maryamah Karpov bisa menjelaskan knp kota Darrowby mesti diganti menjadi Edensor...


Gravatar sebenarnya sih kagak juga, dan sebenarnya kagak ada proyeksi proyeksian Lo tau gue nggak akan ngomong kalau nggak yakin cuma kalau gue bilang itu hasil analisis ntar ada yang tersinggung lagi


Gravatar diantara semua review laskar pelangi yang gw baca, gw paling suka review ini. Lebih membumi


Gravatar wahahahhaa, maksudnya protes sama cara penjuriannya dia (ngeyel, wakakaka... ).

Baidewei, belum nih. Ga ada waktu buat nonton... DI samping alasan bahwa emotional push koq lebih cenderung menderung untuk nonton Eagle Eye yah? Hmmmm...


Gravatar "Mirip siapaaaaa gitu potongan rambutnya

You are not trying to say that once upon a time during your junior high time you had that kind of hair, are you?

(semacam perlokusi, gituuuuuu .... )


Gravatar Wow, lama sudah saya menanti ulasan ini. Saya yakin pasti diulas dengan angle yang berbeda seperti biasanya dan sekali lagi...hehehe.


Gravatar hesty: bagian favorit saya juga Iya, ya, lama2 Alex Komang gak cocok juga jadi bapaknya Ikal. Tapi El Manik & Deddy Mizwar? Bukannya ketuaan dan kegendutan buat buruh ?

Neecan: HAHAHA... makasih Aku komentar juga di sana

Ara: tersinggung? Siapa? Kalau masalah hasil analisa mah nggak ada tersinggung2an Yang penting bisa membuktikan bahwa itu hasil analisa, bukan hasil terawangan yang sok keren dilabeli "hasil analisa"

Bo Derek: Ini Bo Dereknya Okke ya? Hehehe... Makasih, makasih. Membumi? Emang riviu yang lain kayak apa yaks? Malah belum baca

Zilko: itu mah baru jawab, belum protes

*tapi gw jadi mikir: kalau begitu aja loe bilang protes, jadi selama ini semua ucapan dan tulisan gw lebih tinggi kategorinya daripada "cuma" protes *

Eagle Eye bagus ya? Gw malah udah dipaksa2 Ima nemenin nonton High School Musical 3 *sigh!*

PJ: of course not, PJ... Eventhough I was far cuter, and as slim as, that Marcella chick during Junior High, that fancy hairdo is NEVER my style That hairdo is more suitable for the romantic girls who are crazy about romantic novel written by Jane Austen, not a fan of Dostoyevsky or other gloomy Russian writers

agung: makasih... Ini angle-nya beda ya? Saya kok ngerasanya malah angle-nya standard Gak sebeda bahasan tentang AAC, misalnya


Gravatar yang bersangkutan lah, nggak ada hubunganya sama elo, ini tempat terbuka kalau mau main terus terang bukan di sini tempatnya.


Gravatar oh iya yang baku itu analisis bukan analisa, analisa adalah bahasa genit alias untuk gagah gagahan doank


Gravatar ara: lho, kenapa harus takut yang bersangkutan (baca: Riri Riza dkk) tersinggung? Loe kan nulisnya di blog gw yang belum tentu mereka baca, bukan di blog resmi Laskar Pelangi Aneh komentar loe

Dan soal bahasa di blog ini.. kan memang gw tidak pernah mengatakan mau pakai bahasa baku di sini ? Dari kata ganti orang pertama yang gw pakai saja udah jelas bahwa gw tidak berniat menggunakan bahasa baku toh ? Komentar loe salah tempat

Lagi cari perhatian sama gw ya?


Gravatar lo tau google ada jaminan nggak orang yang bersangkutan nggak baca? Mereka itu bukan orang gaptek Itulah gue, orang yang selalu memikirkan yang terburuk jadinya sering untung dan selamat


Memang terserah mau sempurna atau tidak tapi sebaiknya biarpun kita memilih untuk tidak sempurna ( seperti yang lo lakukan sekarang dan sudah ngaku tanpa diminta ) tapi kita harus tau mana yang benar ini bukan buat lo kok tapi buat masyarakat juga, kalau sudah tau bagus kalau belum tau jadi lebih perhatian pas keluar di ujian sudah siap ingat sekarang beda satu soal aja sudah beda hasilnya, nilai sekarang sangat ketat.

Mengenai cari perhatian, itu terserah persepsi lo terhadap saya, silakan saja mungkin dengan berpikir begitu lo merasa bangga dan GR, kalau itu membuat lo merasa senang gue nggak akan merusaknya dengan kejujuran


Gravatar ara: ya kalau loe tahu ada google, dan takut orangnya tersinggung, mendingan loe nggak usah ngomong apa2 sama sekali kan ? Atau sekalian aja ngomong di blog yang resmi, sekalian blak2an, sehingga yang bersangkutan tahu

Ngapain loe nulis ANALISIS loe di BLOG GW ? Takut ya nulis langsung di blog resminya, karena kemungkinannya lebih besar dari 50% akan dibaca oleh mereka ? Payah! Chicken... pok.. pok... pok....


Gravatar Bukan takut bos, tapi menjaga perasaan orang Kalau ada orang yang jelek wajahnya, apa kita bilang terus terang di depan umum bahwa wajah dia jelek meskipun itu kenyataan?, saya rasa itu tidak perlu. Kita harus maklum mungkin dia jelek karena ada penyakit yang bukan kemauan dia, siapa sih yang nggak ingin wajahnya sempurna? Jadi kemampuan kita untuk memahami orang lain itu yang penting bukan asal kritik sambil ngata ngatain wajah lo jelek deh dll. Menuju detail agar kita bisa tau masalah sebenarnya, ada apa di balik ketidaksempurnaan, memahami bukan berarti harus selalu untuk setuju tapi setidaknya itu bisa mengurangi kejengkelan dan kebencian.


Gue lihat dari hasil pengamatan random , penonton Indonesia itu seperti sudah punya pikiran bahwa film Indonesia itu jelek jadi begitu masuk bioskop yang ada di kepalanya apa lagi nih yang bisa gue bantai dari film ini, selalu yang dicari kekurangannya. Penonton dan kritikus itu selalu menempatkan diri lebih tinggi tanpa mau mencari akar permasalahannya di mana.


Kalau pola pola begini yang dikembangkan ya perspektif orang tersebut tidak berkembang karena tidak mampu melihat fakta fakta yang saling bertolak belakang. Selalu yang diambil adalah fakta fakta yang sesuai dengan pemikiran dia, diambil fakta fakta yang mendukung kesimpulannya dia Ini bukan hanya masalah banyak atau sedikit informasi tapi kemampuan kita untuk melihat fakta fakta yang berseberangan dan menjadikannya kesimpulan


Gravatar oh ya satu lagi gue tidak meminta lo berubah atau menyalahkan lo, itu sepenuhnya adalah keputusan lo seperti keputusan lo untuk tidak menggunakan bahasa baku itu adalah hak masing masing, ini hanya sekedar membuka wacana saja kok. Keputusan tetap di masing masing pribadi karena bahkan Tuhan sekalipun dalam kondisi tertentu mempersilakan manusia untuk menjadi subyek


Gravatar Woi! Gue pecinta Jane Austen juga nih ... Pernah bikin paper tentang dia trus dapet nilai rada bagus dari ibu Melanie Budianta lho ....


Gravatar ara: kalau loe BENAR-BENAR menjaga perasaan orang, maka loe gak akan nulis ANALISIS loe di blog resminya film itu, di blog loe, APALAGI di blog orang lain

Kalau loe menulis ANALISIS loe itu buat masyarakat, maka loe akan menuliskannya di blog resminya, bukan di blog gw Pasti lebih banyak masyarakat yang baca blog resminya daripada blog gw, kan Blog resminya ada di top list kalau loe googling, jauuuuh di atas blog gw

Jadi, paling2 loe cuma numpang tenar di blog gw aja, sebab kalau loe tulis di blog loe sendiri belum tentu terbaca masyarakat Atau... ya, paling loe lagi ca-per ke gw

PJ: loe gemar Jane Austen? Jadi.. rambut loe waktu SMP kayak Marcella gak ?

Kalau sastra Inggris, gw lebih suka Charlotte Bronte daripada Jane Austen Tapi lebih suka lagi sih Virginia Woolf. Austen terlalu romantis buat gw, kurang sadis


Gravatar Maklum, gue bukan orang sadis kayak lo, May ... Gue orang yang romantis (meski bini gue bilang gue gak pernah ada romantis-romantisnya )

Happy National Blogger Day, anyway ...

(Baru tau kan lo kalo Indonesia ada Hari Blogger Nasional ...)


Gravatar wekekek berarti lo tidak bisa membaca pikiran orang lain, selalu fokus pada pikiran sendiri, tidak bisa menganalisis fakta fakta yang saling bertolak belakang padahal di situ kuncinya gunanya apa gue caper sama lo, kenal juga nggak wekekek wekekek Perbaiki cara lo menganalisis karena sudah terbukti tebakan lo salah


Gravatar susah ternyata berbicara secara implisit dengan orang seperti lo ini ya maunya harus eksplisit terus tapi ntar ngambek kayak yang dulu dulu


Gravatar PJ: maksud loe??? Gw lebih mengerti diri loe daripada bini loe, gitu ?

*Emang ada Hari Blogger Nasional? Gak tau ya, gw kan blogger autis, bukan blogger gaul *

ara: Bisa membaca kan nggak berarti harus membaca SEMUA tulisan ang ada. Cuma tulisan2 yang menarik aja yang gw baca. Lha, loe apa menariknya, sampai merasa bakal gw "baca" segala ?


Gravatar Upon reading your comment to that other guy, now I know how sadistic creature you are, May ....

HAHAHAHAHAHAHAHA !!!!

Suka BSDM juga, tah?


Gravatar ah situ bisa saja, di sini saja ngomong begitu di belakang siapa yang tau wekekek wekekek wekekek


Gravatar PJ: wanna see my pic in my dominatrix outfit ?

Eh, loe tahu gak, ada institusi pendidikan tinggi yang singkatannya BSM di PasFest. Tuh singkatan ditulis segede gaban di gedungnya. Tiap lewat depan tulisan itu, I wonder what kind of education they give to the student

*gw rasa kuliahnya pakai cemeti *

ara: situ juga bisa aja... di belakang siapa tahu loe gak benar2 lagi caper Buktinya, loe kemarin ngirim japri kan, ke gw ?

Padahal kalau tujuan tulisan loe itu untuk masyarakat, kan loe gak perlu pedulikan komentar gw Emang loe pikir gw Louis XIV yang bilang "L'etat, c'est Moi!"

Eh... maksud gw, gw kan gak bilang "La societe, c'est moi"
#


Gravatar WHOAAAAAA !!!!
I didn't know they sell dominatrix outfits in Multiple-L size !!!



Gravatar PJ: hmmm... you're right! Perhaps I don't need the outfit afterall My size is enough to make a statement


Gravatar cieee , cocok bgt menjadi kritikus film


Gravatar gedeblog: bisa menjamin pendapatan nggak, kalau alih profesi jadi kritikus film ?




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan