Para Kritikus berkata...

wahahaha, caleg sekarang kan narsis2 Mbak, makanya PD majang tampang, wkwkwkw... . Pernah ada caleg suatu daerah di Jakarta nge add account gw di FB, zzz, gak gw approve lah, wakakaa...

Btw Mbak, berhubung minat baca masyarakat masih rendah (ditambah 'sulit'-nya akses internet (gaptek)), apa malah gak efektif ya promosi dengan cara itu? Maksudnya, kalau disajikan data dan analisis yang 'berat', bisa jadi orang malah 'malas', haha...


Gravatar Kalo kepilih jangan lupa temen lama. Semoga sukses!


Gravatar Zilko: Gw emang cari pangsa pasar yang "beda", Zil Kaum intelektual yang sudah fed up dengan kampanye konyol ala caleg2 sekarang, pelajar/mahasiswa yang lagi idealis2nya, ... dan.... untuk ibu2 atau yang nggak punya akses internet, kan ntar ada Internet Corner

Jadi gak cuma bagi2 sembako yang cuma banyak orang ngantrinya aja, tetapi nggak milih

Kalau soal "berat"... lah, selama ini kan tulisan2 gw gak berat2 amat juga Masih tercerna dengan cukup mudah Jadi gw confident masih gak bikin jidat berkerut

Dodol: lho, Dol, loe gak bakal gw lupain. Bahkan loe mau gw libatkan sebagai Blog Manager


Gravatar Ogah ah. Gay, 'bo!


Gravatar Pemilu nanti, lo bikin proposal ke big boss lo, May ... bikin layanan baru: jasa konsultasi pemasaran untuk caleg dan capres ... pasti laku keras tuh! ntar untungnya sisihin sedikit buat gue, yah ... mo bikin kolam renang nih yang bisa difungsiin sekalian buat ternak ikan mas ... hehehehehe ....


Gravatar sebenernya yang norak itu calegnya sendiri atau campaign managernya ya? mestinya sih 2-2nya yah, kan si caleg mesti approved dulu sebelum muncul dimana2 tuh hmmm..


Gravatar Gerah liat spanduk2 konyol itu...mo nyaingin srimulat keknya hehehehe...


Gravatar Dodol: ih, kamu kok ogah sih?? Belum jadi caleg aja udah lupa sama teman lama

PJ: HAHAHAHA... gw tadinya emang berencana begitu, Mil, sejak lihat iklan TV-nya Pak SB (tanpa Y ). Tapi... males ah, ntar kalo mereka bagus pemasarannya, gw gak ada bahan celaan

Kolam renang kok sekalian ikan mas koki. Mati tuh ikan kena kaporit

surti: dua2nyaaaaaaa

Tiwi: itu enaknya tinggal di Indonesia, Jeng, ada tontonan gratis


Gravatar wah gua sih setuju banget tuh sama ide konsep anti kampanye jor2an nya, apalagi memperkenalkan media internet kepada calon pemilih kita FGD juga ok...

tapi kampanye seperti ini sepertinya dari awal sudah hampir bisa dipastikan akan gagal total mbak :p masyarakatnya belum siap aja kayaknya.

walaupun pengguna internet di indonesia sudah mengalami kenaikan cukup pesat dalam 10 tahun terakhir, tapi masih rendah ratio (sekitar 10%) nya dibanding jumlah penduduk indo.
jangankan main internet, ngetik aja belum pernah kali.
jangankan ngetik, baca tulis aja belum pernah kali.
jangankan baca tulis, nanti makan apa juga bingung kali.
belum lagi yang ga suka baca kayak gua ini, repot deh kalo disuruh baca blog kampanye.

Kalo sudah kayak gini, cari mesias aja deh... ponari jadi capres aja peluangnya lebih bagus kali daripada caleg yang kampanye lewat blog


Gravatar hans: hmm... sebenernya gw tempted untuk bikin penelitian tentang Key Driver/Trigger seseorang mencoblos (eh, sekarang mencontreng ya ) seorang caleg. Berapa % ya kemungkinan kita menggunakan "the leading edge" (opinion leader) sebagai influencer?

Gw tahu bahwa pengguna internet sedikit. Dan lebih sedikit lagi pengguna internet yang "opinion leader". Tapi kalau kita bisa mentarget orang2 ini, bisa meyakinkan bahwa tidak semua caleg itu konyol, berapa % ya kemungkinan word-of-mouth akan berhasil?

Kebayangnya gw, orang sudah muak dengan pejengan tampang2 caleg tanpa visi & misi itu. Kalau ada satu caleg yang kasih link blog, mungkin mereka akan baca. Dan setelah baca, setidaknya ada kemungkinan mereka kasih tahu link itu ke orang lain - atau lebih bagus lagi: share what he reads to others Entah dengan cerita verbal, atau co-pas ke milis2....

Just a thought sih....

*hehehe... gw serius amat yaks? Kayak mau maju jadi caleg aja... *


Gravatar Meriset target tuh namanya apa sih? Market research bukan? Maab udah lama ga ngajar, lali kabieh...Itulah pokoknya.

Kalo ngeliat apa yang diminati, apa aktivitas, pendidikan etc secara umum dari calon pemilih, kampanye ala Mbak May gak kena kali, terlalu ribet buat para caleg dan calon pemilih

Ga keotakan.

oops...


Gravatar eh eh....aku penasaran nih. acara kontrak politik ko rada-rada mirip ama postinganmu yang kapan itu ya mbak?

aku ga nonton acaranya sih, cuma minggu kmaren baca sekilas di Kompas. langsung inget postingan itu.


Gravatar kalo meyakinkan orang kalau tidak semua caleg itu konyol sih mungkin tidak susah yah, tapi takutnya jadi gak diperhatiin orang nantinya.

usul gua sih, gimana bisa tampil santai, lepas, merakyat dan sedikit bisa humor tapi tetep keliatan intelek. sedikit melankolis juga gapapa, orang indo romantis kok :D

nah tetep pakai metode promosi konvensional seperti spanduk, poster dan selebaran yang kreatif dan sedikit lucu, trus cantumkan alamat blog nya... dan di blog nya juga konsep tulisannya santai, cerdas, informatif sekaligus bisa bikin orang senyum2 geli. biar orang kebanyakan betah tongkronginnya, sekalipun yang baru kenal blog, internet, maupun yang males baca.

ngomongin lucu, banyak orang 'intelek' memandang sebelah mata harian lampu merah, tapi terlepas dari apa isi beritanya: HEADLINE MEREKA TUH KREATIF LAGI. setelah dibuang muatan mesumnya, mungkin ide nya bisa dicontoh hehehe.

selamat berkampanye aja yah mbak kalo emang serius gua dukung kok hahahaha


Gravatar okke: lha, hobby gw kan emang meribetkan yang mudah? Biar kereeen...

Kalau soal kena gak kena, gw sih gak yakin juga kampanye yang sekarang kena. Deretan fotonya udah terlalu banyak, over-information buat orang, sehingga pasti pas lihat lembar pemilih udah gak inget lagi mana yang pernah dilihat atau tidak. Buntut2nya main contreng aja

Pembagian sembako juga nggak kena. Secara semua melakukan itu, dan yang terima orangnya sama juga

Setidaknya teknik gw memanfaatkan element of novelty Siapa tahu diingat orang karena break the clutter

nYam: posting gw yang mana? BBB? Hehehe... Gw gak nonton sih

hans: boleh juga kalau loe maunya gitu Gw juga baru kepikir: lucu juga kalau gw bikin spanduk trus cantumin URL di situ. Dengan header yang lucu2 Gak usah banyak2, yang penting eye-catching dan strategis penempatannya.

Kalau soal isi blog, ya akan tetap seperti blog gw ini: serius sih, tapi nggak formal2 amat kayak situs serius

Tapi door-to-door juga tetap harus jalan, supaya "lebih dekat" ke calon pemilih. Biar kelihatan mau repot, dan merakyat Tahu kondisi rakyat dengan turun langsung

Iya... "Lampu Merah" emang kreatif. Gw juga suka pinjem tuh untuk lihat headernya

Sayang, Hans, gw gak niat jadi caleg Tapi siapa tahu ada caleg yang baca posting ini dan menginspirasinya, karena... jujur aja gw udah muak dengan cara kampanye yang gitu2 aja.

Bayangin, weekend gw dapat selebaran undangan dari tetangga yang jadi caleg. Diminta datang ke Balai Warga, nanti dapat sembako. Ya gw datang dong, dengan harapan bisa dengar visi/misinya dia. Ternyata????? Calegnya mah nggak hadir, cuma asistennya aja bagi2 sembako pada pembokat2 yang hadir.

Deuh, itu namanya pelecehan terhadap intelektualitas gw!! Mosok suara gw mau dibeli "cuma" dengan sekantong gula pasir low brand, dua kantong minyak goreng curah, dan 5 bungkus Indomie rasa soto!!


Gravatar Facebooknya nggak dipake bu? Menurut gue sih yang namanya memilih itu unsur yang paling penting adalah percaya. Dalam memilih apapun gue akan memakai pedoman tersebut terus terang gue nggak akan bisa memilih orang yang nggak bisa gue percaya.


Kepercayaan itu bukan sebuah bangunan yang bisa dibangun dalam sekejab, bukan juga sekedar pameran kata kata indah. Jadi bukan hanya kemampuan dalam memilih kata atau diksi yang penting tapi kerja yang sudah dibangun dari jauh jauh hari, konsistensi dalam tingkah laku, satunya kata dan perbuatan dan kemampuan kita untuk menghargai orang lain. Sebuah perbuatan kecil dari kita mungkin memberikan kesan mendalam untuk orang lain. Jadi sebenarnya simple saja sih kalau mau terpilih ya harus terjun ke komunitas, model2 kampanye instan bukanlah sesuatu pilihan yang tepat.


Gravatar aramichi: FB udah banyak yang pakai, nggak unik lagi

Betul! It took years to build up trust, and only a moment to ruin it Makanya gw sebel banget orang pada kampanye "dangkal" gini

Kenapa mereka nggak mulai dengan membangun kepercaya


Gravatar yg terpenting dr caleg dia emg ngrti nilai keindonesiaan n mngaplikasikan dlm kshariannya.




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan