Para Kritikus berkata...

Gravatar wah... rekorr... udah 2 kali berturut-turut pertama euy... :D

mbak telaten banget siy... nyamain bukunya en filmnya... hihihi...

kalo mela kaliii ikutin aja alur film mengalir... sambil menikmati pop corn caramel... halah ^_^... secara bukunya tebel en berat gitu... maless ngebuka-buka lagi kalo ada yang ngganjel di hati...


Gravatar mela: lho, Mel, yang bilang gw nggak ngikutin aja alur film mengalir sambil makan popcorn caramel siapa ? Cuma caranya menikmatinya aja yang beda


Gravatar Gua nggak baca bukunya, jadi nggak tau elu ngomongin apa :P Cuma mau komen soal camerlengo.

1) Camerlengo itu ada banyak. Kayaknya yang elu maksud adalah Kepala Rumah Tangga Gereja Romawi (yang setelah gua Wiki bahasa kerennya adalah Camerlengo of the Holy Roman Church).

2) Si KRT (bukan Kanjeng Ratu Tumenggung) Gereja Romawi ini harus kardinal.

3) Si KRT bukan paus ad interim. Dia bertindak selaku kepala negara sementara Vatikan.


Gravatar Dodol: yap! Kayaknya Camerlengo itu yang gw maksud deh. KRT Harus kardinal ya? Hmmm.... kalau di bukunya enggak. Si camerlengo itu pastor biasa lho, belum kardinal.

BTW, thanks for the info. Ntar gw ganti soal Paus ad Interim itu

*langsung googling juga*


Gravatar Popcorn caramel emang enak, apalagi porsi 'reguler'-nya Blitz memang memuaskan sih, gede bgt. Gimana yang 'large', hahaha

Anyway, memang banyak penyederhanaan yang dilakukan koq. Misalnya fakta bahwa camerlengo itu sebenarnya anak biologis paus yang mangkat juga dihilangkan (ini mungkin untuk menghindari kontroversi). Trus juga meninggalnya Hassasin juga kalo di buku kan pake berantem2 dulu kan? Kalo di film kan dia dibunuh camerlengo dengan mobil yang waktu ignition meledak.

Nah itu dia!! Makanya gw ngerasa aneh bgt ngeliat filmnya soalnya seinget gw Langdon gagal menyelamatkan Cardinal Baggia yang dari air mancur itu, eh koq di film berhasil? haha... . Ternyata ingatan gw masih cukup ok juga.

Yah, secara keseluruhan filmnya keren sih. Kalo terlalu 'berat' mungkin orang juga males nontonnya, haha... . Mungkin jg pertimbangannya adalah durasi. Film ini aja udah 138 menit tuh, tergolong panjang juga. Kalau mau memasukkan lebih banyak detail dari buku lagi, kemungkinan film jadi tambah lama. ATAU, dengan durasi yang sama, malah jadi terlalu padat dan kurang bisa diikuti.

Yang penting sekarang : ancang2 menunggu launching-nya Star Trek, hahaha


Gravatar belum nonton.
terlalu banyak yang ngerekomendasiin, bikin gw malah males nonton... :D


Gravatar JANGAN nonton, Kew. Sumpah, JANGAN! Pilemnya bagus, tapi JANGAN nonton


Gravatar Saya gak baca bukunya, jadi gak tau 'penjahat'nya yang mana.

Tapi begitu ada yang bilang "He's the man, he got the gun", ketauan deh penjahatnya. Itu kan kata-kata penjahat banget


Gravatar males nonton pilemnya gara-gara pas baca bukunya, kok endingnya hollywood banget yaaa.....

mending baca reviewmu aja mbak he he he


Gravatar hehe,gw malah pgn ntn filmnya gr2 bc review mbak may. abis itu br baca bukunya..


Gravatar great review!!!

bu mau nanya... saya ga baca nih yang angel and demons, bisa catch up ceritanya ga??? cukup jelas ga sih???

pengen banget nonton ini!

salam kenal bu


Gravatar Zilko: Ima tuh makan yang reguler aja udah gak habis. Padahal dia makannya banyak... Lihat yang large, kayaknya bisa buat ngasih makan gembel seminggu

Iya, secara keseluruhan filmnya emang asyik2 aja ditonton. Cuma kalau udah baca bukunya, dan baca bukunya serius kayak gw, baru berasa film ini "terlalu ringan".

Soal anak biologis Paus, itu memang kalau di bukunya adalah kejadian penting. Karena pengetahuan tentang ayah biologisnya itu yang membuat si Camerlengo menjadi "terguncang" dan melakukan hal2 yang berwaham begini.

Di filmnya memang nuansa ini hilang. Bener2 si camerlengo kelihatan seperti sekedar berambisi jadi Paus

okke: nonton Star Trek aja bareng gw... hehehe....

Eh, Kew, Zil, gw Kamis - Jumat ini di Bandung lhooo

JJ:

Erma: hahahaha... iyaaa, itu "kata2 penjahat" banget

desty: udah nonton belum ?


Gravatar natazya: pertama, Nat, HARAM HUKUMNYA MANGGIL GW "IBU"...

Catch up ceritanya? Yang di film atau di buku ?

Intinya di buku gini:
Langdon (ahli simbologi di Harvard) diminta tolong oleh lembaga riset CERN untuk mencari anti-materi yang dicuri oleh seseorang yang mengaku utusan Illuminati.

Illuminati ini organisasi ilmuwan jaman Galileo Galilei, yang dimusuhi Gereja Katholik karena dianggap sesat (salah satunya krn Galileo mengatakan bahwa bumi mengelilingi matahari, yang bertentangan dengan dogma Katholik). Illuminati sudah lama "punah" setelah Galileo dihukum mati Gereja.

Ternyata anti-materi itu disembunyikan di Vatikan, pada saat konklaf (pemilihan Paus baru), dan orang yang mengaku utusan Illuminati itu memberitahukan bahwa tepat jam 12 malam Vatikan akan diledakkan untuk "menghancurkan" Katholik. Sebagai tambahan, tiap jam mulai dari jam 8, salah satu kardinal akan dicap dengan besi panas dan dibunuh di muka umum. Dikorbankan di "Altar Ilmu Pengetahuan"

Hal ini dikatakan untuk "balas dendam" pada kekejaman Gereja Katholik di masa lalu: dimana 4 anggota Illuminati pernah dicap dengan besi panas bertanda salib, dibunuh, dan dibuang ke jalan begitu saja sebagai peringatan supaya orang lain tidak "sesat".

Nah, bulk of the story adalah bagaimana Langdon mencari keempat altar ilmu pengetahuan berdasarkan petunjuk dari salah satu bukunya Galileo Galilei. Dia berhasil menemukan keempat altar itu, yang masing2 adalah Gereja Katholik dengan patung buatan Gianlorenzo Bernini yang melambangkan 4 elemen simbol Illuminati: earth, air, fire, water. Tetapi... dia selalu terlambat menyelamatkan kardinal.

Pada puncaknya, ia berhasil menduga dimana anti-materi itu disimpan dan siap diledakkan. Ia dan Camerlengo (asisten Paus) membawanya terbang untuk meledak jauh dari kerumunan karena sudah tidak ada waktu untuk mencegah ledakan.

It turns out bahwa penjahatnya si Camerlengo, tetapi alasannya sangat rumit:
- Camerlengo ini percaya bahwa ia adalah semacam "nabi" yang harus menyelamatkan umat Katholik
- Dia takut temuan tentang anti-materi itu membuat orang tidak lagi percaya pada Tuhan.
- Oleh karena itu, dia merasa bahwa Tuhan menunjukkan jalan agar umat kembali kepada-Nya: yaitu dengan menciptakan suatu teror - dimana seluruh umat terpaksa berdoa dengan tulus dan kembali percaya pada-Nya.

Gitu kira2 ceritanya Bukunya bagus, kalau tertarik baca buku "fiksi serius".


Gravatar macam waktu Memoirs of Geisha.. tokoh yang digambarkan buruk rupa dan bertangan satu di buku, di filmnya tangannya utuh dua dan wajahnya gak buruk amat :P


Gravatar back to the topic, ya gitu deh kalao buku diterjemahkan jadi film. gak bisa sepenuhnya terakomodir. dan biasanya kalo dikritik kayak gitu, jawaban standarnya, "Ini kan adaptasi buku. Jadi gak mesti sama plek." Baiklaaaahh....


Gravatar Qah, Kamis - Jumat di Bandung Mbak? Ini malah baru bacanya hari Sabtu, hehe... Ada kerjaan? (rasanya gak mungkin ya? Masa libur long wiken malah ada kerjaan? Jalan2 yah?) Macet neh Bandung, tipikal liburan. Tapi kemarin jalan2 juga macetnya masih macet 'biasa' sih, hehe.

Btw, bener tuh, memang nuansa motif camerlengo sangat disederhanakan jadi semata-mata kekuasaan. Padahal niat "mulia"-nya dia itu tuh yang sebenarnya bikin cerita jadi "menarik", karena cerita bukan menjadi black and white, tp jadi ada di grey area, hehe...

Arrrgggghhhh, pengen nonton Star Trek!! Masih dua mingguan ya baru premier di Indonesia? haha...

@nita : memang tuh. Di MoG salah satu tokoh minor yang di buku digambarkan sebagai orang Jepang juga di film dimainkan sebagai bule (atau kebalikannya yah? Lupa, hmmm).

Tapi AnD ini secara keseluruhan lebih bagus dari MoG. Dari segi 'kepuasan' dari pengadaptasian dari novel ke film juga AnD lebih bagus lah.


Gravatar jaaaah...
kamis jumat di bandung?
gw baru baca hari minggu...


Gravatar nita: Tokoh Nobu di Memoirs of Geisha ya? Iyaaa... aku agak kecewa tuh kenapa Nobu-nya rada ganteng dan tangannya utuh Kurang "perih" jadi kisahnya Padahal pas baca bukunya gw seneng banget sama tokoh Nobu itu, dan berharap Sayuri sama dia aja

Mungkin susah cari pemain tangan satu ya?

BTW, emang sih, kalau adaptasi gak bakal bisa sama persis. Kalau maunya sama persis, jadinya mirip Harry Potter I atau seperti The Passion of the Christ (yang persis banget sama Injil). Tapi... berharapya, jangan sampai adaptasi mengubah hal yang esensial

Zilko: itulah Susah kali ya, menterjemahkan "niat mulia" itu ke bahasa gambar ?

Zilko & Okke: gw ke Bandungnya Kamis - Jumat BESOK, darling. Salah gw nulis "ini" ya?


Gravatar Mbak Maya, salam kenal :D
Baru nemu blog ini beberapa bulan lalu & lansung jadi silent reader yg setia. Sampe liat postingan ini.
G tahan jg g komentar. Hehe..

Biasanya aku baca buku dulu, baru nonton filmnya. Nah kalo A&D ini kebalik. Pengen nyoba nonton dulu baru baca. Niatnya siy biar g banyak protes :P

Hasilnya? Sama aja! Tetep banyak yang aku protes. Hehe..

Pas abis nonton, aku nrimo aja semuanya. Tapi abis baca, sama kayak mbak bilang 'Bagus eksekusinya, menghibur, tapi "kedalaman"nya berkurang '

Pas banget! Hal penting disederhanakan atau malah dihilangkan, dan beberapa malah bisa bikin salah kaprah :P

Pinter deh mbak bikin resensinya! :D

btw, kenapa ya tanda terakhir illuminatinya diubah bentuknya gt? :D


Gravatar Kiky: sorry baru nongol... habis pulang dari Bandung, ketemuan sama penulis kondyang.do.ng

Makasih, Ky Cuma nulisin pendapatku aja kok... HAHAHAHA... Kebetulan pendapat kita sama

Iya, penyederhanaannya "mengubah isi" ya? Bikin salah kaprah. Pengubahan dari wajik keren Illuminati menjadi gambar kunci itu emang bikin sebel. Dan jadi aneh, sih, secara Illuminati udah setengah mati bikin ambigram, eeeeh... tiba2 ada satu yang "not subtle at all" gitu

Cumaa... berhubung udah kebanyakan yang gw cela di sini, bagian itu gw "maafkan"...




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan