Para Kritikus berkata...

Hahaha.. that Aisyah song.. sooo.. apa ya? Wah, tak terlukiskan deh. Is it serious or sarcastic? I'd guess that it's the former..

Gw cocok gak jadi Aisyah? :D Tapi kalau gw jadi Aisyah, nanti nasib gw sama kayak Dewi Persik.. dicerai suami! hehehe.

Dan akhirnya, all I have to say is: aku lega lila, kangmas...


Mbakyu, lagunya aku translate di blog aku ya.. hahahaha.. gak nahaaann sihhh..


ah, mungkin si Saiful lagi dalam proses menuju Datuk K tu, kan Datuk K uda beristri berapa gitu kan waktu nikah sama Siti Nurhaliza?? wakakakakaka.....


Gravatar Intan: HAHAHAHA.. gee, Ntan, I know this song portrays a "picture perfect".. but I don't realize that it can be elaborated into another witty, cynical entry until I read yours.. Damn! You're always good in seeing this kind of possibility

Zilko: hmm.. jadi pingin tahu.. istri2nya Datuk K ada yang kayak Dewi Persik nggak ya..


Gravatar heheheh Mba' ga tahan geu loh liat curhat2annya mereka di inpotainment pakek nyanyi2 segala.


Gravatar Mbak May, gimana mau ikutan "berpacu dalam melodi" kalo judul lagu ama penyanyinya lupa, payah :D hihih..
anyway, tau aja deh situ goyangannya si dewi persik, salah satu idola? :P


Gravatar eiaheiuhaieuhaiuhe kalo bungkus kue lapis suka melorot juga ga ya mbak? :P


Gravatar Sepertinya saya kena singgung disini nih...

Saya juga udah punya W-plan, tapi masih pengen yang cheesecake, tapi abis menikah jadi kue lapis yang bisa dinikmati sendiri.

nggak terlalu tau kabar ttg Dewi Persik. tapi kalau beneran cerai, lumayan sih ada jatah janda kembang.

*ah, mo nikah aja bingung nih..*


Gravatar masa si mbak bungkusnya udah lumayan...denger-denger melorot lagi kembennya...hihihi...
kali saipul jamil pengen jadi superhero...yang bisa merubah dewi persik jadi aisyah...hahaha...


Gravatar Bener, May ... lagu pertama juga lagu Bimbo ...

Adikku manis
Sedang menangis
Air matanya dikuras habis
Dia menagnis
Huuuu huuuuu uuuuu ....



Gravatar jadi pengen ciskek....

mungkin si mas ipul maunya mbak dewi ini nyanyi kasidahan. kan bisa tetep kasih pemasukan en penampilan berubah he he he


Gravatar Indie: wah, gw gak lihat bagian nyanyinya

surti: gw gak ingat judul lagu karena memory gw udah kepenuhan sama MP4-nya Dewi Persik kali..

Diyan & Mela: waduh, emang melorot lagi ya? Nggak merhatiin Tapi setelah kemben melorot yang heboh itu, bukannya si DP agak kapok tuh pakai yang nggak ada sangkutannya

fertob: kalo gitu, dari sekarang carinya yang bahan dasarnya emang keju . Jangan berusaha mengubah singkong jadi keju You pay peanuts, you get monkey

PJ: HAHAHA.. kelihatan banget loe anak balsem

Eh, adikku ya? Bukan pacarku? Gw kok ingatnya "pacarku manis".. hehehe..

BTW, bait keduanya:
Pacarku minta baju yang tipis
Buatan dari negeri Inggris
Aku meringis.. oo.. oo..

Kenapa ya, kok minta baju buatan Inggris? Kok gak Prancis sekalian, yang pusatnya mode ? Kurang fashionista nih si Bimbo

nYam: in that case, nYam, mestinya SJ ngelamar Cici Faramida aja Qasidahan ok, cantik juga.. ngapain dulu sama DP


Gravatar Wah...mendingan awalnya minta nasi... ujung2nya kalo kebanyakan aer juga jadi bubur...dan bubur masih enak dimakan... (loh kok jadi ngomongin makanan)... Makanya, sebelom ijab kabul mengikat janji dihadapan Tuhan, mbok ya ditelaah dulu gitu... itulah makanya penting banget yang namanya masa pacaran. Kalo asal sruduk lalu nuntut macem-macem, kelaut aje... Makanya wahai laki2 dan perempuan di sana, diperiksa dulu tuh pasangan anda sebelum memutuskan melaju ke jenjang yang lebih jauh. Dan kalo udah ijab kabul, itulah komitmen untuk menerima apa adanya.


Gravatar smritacharita.blogspot.com berubah nih dari blog sinis jadi blog gossip


Gue lihat mayanoto di artikel ini masih memakai pola pikir yg kolot, terlalu text book padahal ilmu sosial itu seharusnya tidak text book tapi terbuka akan kemungkinan yg lain dan berbasiskan pada eksperimen bukan teori jaman dahulu kala. Apa iya kalau Dewi Persik jadi alim dia akan ditinggalkan penggemarnya? Apa iya kalau dia berjilbab dia jadi tidak laku? Inneke dulu cara berpakaiannya berani sekarang pakai jilbab alhamdulillah rezekinya gue lihat ada aja.


Jadi ada ketakutan untuk berhijrah dari keburukan menuju kebaikan karena ketidakpercayaan terhadap rahmat Allah SWT, hal ini yang didengung dengungkan oleh mayanoto dengan konsep brand identity yang entah dia cangkok dari mana.



Trus mayanoto menyalahkan suami yang mau merubah istrinya dengan alasan salah si suami sendiri kenapa memilih istri seperti itu. Apa salah kalau suami mau merubah dan mendidik istri ke arah perbaikan dan kebaikan? Apakah menerima apa adanya itu diindentikan dengan pasrah bongkokan dan tidak berbuat apa apa? Apakah manusia tidak bisa diubah dan berubah?


Gue sebenarnya tidak terlalu tertarik pada kasus saiful dan dewi persik karena masalah sebenarnya saja gue tidak tau dengan pasti, sulit untuk dipercaya perceraian hanya disebabkan cara berpakaian sedangkan dari dulu cara berpakaian dewi persik ya begitu itu. Patut diduga ada penyebab lain yg tersembunyi yg kita tidak perlu tau. Sebenarnya gue murni menyoroti tulisan mayanoto yg gue lihat sangat tidak pas dan sepertinya anti perubahan alias pro status quo terhadap kelakuan si dewi persik padahal seharusnya manusia menuju perbaikan dan kebaikan.


Apa lagi gue lihat dewi persik ini sebenarnya orangnya cerdas dia hanya butuh orang yg membimbing ke arah kebaikan kalau sudah ketemu dia akan membangun keimanannya sendiri & seorang dewi persik punya potensi untuk itu hanya selama ini tertutupi oleh ketakutan- ketakutan yg tidak perlu, padahal kalau dia mau memakai otaknya yg cerdas rezeki akan tetap mengalir tanpa harus bergoyang dengan hot.


Gravatar Hehehehehehehehe... terkesan banget deh baca perumpaan Mbak May...
Lam kenal ya Mbak...


Gravatar Leony: itulah maksud gw, Leon. Dari awal pilih2 dulu, ditelaah dulu sejauh mana bisa dikembangkan. Jangan kemudian menuntut ini itu dan marah kalo gak bisa tercapai

opie: salam kenal juga


Gravatar People do change, Kev ... But no one can force anyone to change ...

Itu yang gw tangkep dari tulisan Maya

:-D


Gravatar g setuju bgt ama jeng maya...lah wkt dulu beli kan udh milihnya kan yg begitu, kalo bang ipul meu jujur...coba dia bilang apa yg bikin dia tertarik ama DP?? boleh aja ngarepin itu berubah...tp mbok ya jgn maksa dan mau yg instant...pasti butuh wkt cukup lama utk merubah dr kue lapis ke cheese cake he he...sabarrr...sabarrr...


Gravatar Dinda Ara: sorry, tadi dipanggil meeting, jadi nggak sempat ngebales.. hehehe..

Inti pendapat gw adalah, seperti udah disinggung PJ: (thx, PJ ): ketika loe memilih sesuatu, terimalah sesuatu itu apa adanya. Jika kemudian dia berubah ke arah yang lebih baik, that's a blessing. Tapi jangan pernah memaksakan bayangan ideal loe pada sesuatu yang loe pilih. Karena bayangan ideal loe itu tidak selalu sesuai dengan kondisi dan kemampuan apa yang sudah loe pilih itu

Dalam kasus DP, well, dia bisa saja berhasil seperti Inneke atau Zaskia Adya Mecca. Tapi belum tentu bisa jadi seperti mereka juga.

So.. kalau si SJ mau istrinya berubah, dia juga mesti siap bahwa istrinya tidak laku lagi. Siapkah dia begitu? Kalo dengar curhatnya Jeng DP, kok SJ masih belum siap dengan kemungkinan DP nggak laku lagi

Mbakyu Memy: gimana kondangan kemarin, Mbakyu? Cantik mantennya ?


Gravatar Silahkan saja lo berpendapat seperti itu karena pendapat lo adalah hasil pembangunan pengetahuan yang pasti berasal dari pencangkokan pikiran orang lain ditambah kesimpulan dari diri lo sendiri yang dipengaruhi oleh informasi, pengalaman, imaginasi, ide -ide dan kepercayaan yang berakumulasi sepanjang hidup lo.


Terus terang gue sama sekali tidak setuju dengan prinsip menerima apa adanya dan adanya larangan untuk tidak memaksakan konsep ideal. Kadang kadang manusia membutuhkan orang lain untuk dapat membangun pengetahuan dan keimanannya sendiri jadi tidak bisa orang lepas tangan dan acuh tak acuh terhadap kebejatan orang lain, ini pinsip dasar agama Islam yang gue anut. Sampaikan kebenaran dan saling menasehati dengan sabar.


Kalau perlu dan kita punya power tidak ada salahnya melakukan upaya yang memaksa karena kadang kadang manusia memang perlu untuk dipaksa ke jalan yang benar . Ajaran agama dan hukum yang lengkap dengan hukuman dan pahala merupakan kekuatan yang memaksa manusia untuk taat agar tidak terjadi chaos.


Nah kalau si saiful memang penakut ya pemikirannya harus direvolusi. Karena hidup itu bukan hanya perlu kepintaran tapi juga perlu nyali. Inneke saja punya nyali padahal dia cuma mengandalkan kecantikan sementara DP punya kecantikan, suara bagus, kecerdasan, usia jauh lebih muda, akting yang bagus. Harusnya si DP dan suaminya lebih punya nyali karena DP punya banyak kelebihan. Kelebihan tanpa nyali tidak akan berarti apa apa, sampai kapan dia akan bergoyang seronok? Masihkah di usia 50 tahun goyangannya disukai orang?


Gravatar ara: kalo pendapat loe, Ra, hasil pembangunan pengetahuan dan pencangkokan SIAPA ?

Itu Islam yang loe anut ya ? Hmm.. kalau menurut Islam yang gw anut sih nggak boleh memaksakan . Lha wong kalau orang nggak percaya Islam aja nggak boleh dipaksa kok

Dan ini bukan masalah penakut atau enggak. Masalah memaksakan kehendak, tapi maunya nggak kena resiko .

DP punya kecantikan, suara bagus, kecerdasan, usia jauh lebih muda, akting yang bagus? Yah.. terserah kalo loe berpendapat begitu. Kalau dari cara bicaranya pun (duluuu.. sebelum Inneke jadi begini), dibandingkan dengan DP yang sekarang, pendapat gw sih bertentangan dgn loe


Gravatar "Perbaikan dan kebaikan," Ara? Ahhh, massaaaa?? =)

Btw, apa cuma gw ya yg males banget liat Inneke?


Gravatar Oya Mbakyu, soal baju buatan Inggris.. kaliii deee.. yg ada buatan pabrik di Tangerang kaleee.. kan udah outsourcing.. =)

Terus kayak kebaya nggak seksi dan bahenol aja.. (justru lebih mantebh).


Gravatar Lo ini bagaimana sih, pendapat gue ya merupakan hasil pembangunan pengetahuan yang gue bangun sendiri kayaknya nggak ada transfer pengetahuan dari lo deh kalau transfer informasi mungkin saja


mayanoto wrote:"Itu Islam yang loe anut ya ? Hmm.. kalau menurut Islam yang gw anut sih nggak boleh memaksakan . Lha wong kalau orang nggak percaya Islam aja nggak boleh dipaksa kok "

Itu masalah lain yang lo omongkan itu masalah keimanan terhadap Allah sedangkan masalah DP adalah masalah internal umat Islam karena agama DP adalah Islam dan kita punya norma norma bermasyarakat yang harus kita hormati, kalau tindakan DP dapat mengganggu kepentingan umum alias meresahkan masyarakat maka dapat diambil tindakan yang memaksa dia untuk menghentikan aksinya. Ingat kebebasan kita itu terbatas oleh kebebasan orang lain tidak bisa seenaknya berulah dengan dalih kebebasan


Kembali mayanoto wrote: "Dan ini bukan masalah penakut atau enggak. Masalah memaksakan kehendak, tapi maunya nggak kena resiko"

Itu sami mawon mbak aneh aneh aja lo ini, karakter seperti itu adalah karakter seorang penakut. Takut akan risiko yang dia terima yaitu hidup susah sehingga dia tetap mengijinkan istrinya bergoyang dan ada kemungkinan digrepe grepe oleh penonton. Gue setuju dengan pendapat nyokap gue, yang selalu dia dengung dengungkan kepada gue " anak laki laki itu harus punya nyali dan berani dalam menghadapi hidup, jangan takut- takut."


Mayanoto wrote lagi:"DP punya kecantikan, suara bagus, kecerdasan, usia jauh lebih muda, akting yang bagus? Yah.. terserah kalo loe berpendapat begitu. Kalau dari cara bicaranya pun (duluuu.. sebelum Inneke jadi begini), dibandingkan dengan DP yang sekarang, pendapat gw sih bertentangan dgn loe "

Loh malah bagus kita bertentangan buat apa bilang kita sejalan kalau kenyataannya kita bertentangan. Ini menunjukan bahwa tidak adanya transfer pengetahuan secara mutlak setiap manusia punya pandangan masing masing, kita sepakat untuk tidak sepakat, silahkan saja lo menganggap Inneke lebih pintar tapi yang pasti Inneke suaranya jelek


Gravatar hahhahahhaha Mbak May, saya setuju nih, pilihan yang sudah dibuat ya dipertanggung jawabkan. Sukur-sukur jadi lebih baik, lha kalo nggak ya resiko donk. Kan nggak bisa dalam semalam mbangun candi prambanan... Siapa tau (siapa tau lo yah) seiring usia si DP bisa bermetmorfosis jadi Aisyah.. (kira2 beberapa puluh tahun deh)

Adanya begitu ya diterima saja. kalo nggak suka ya nggak usah dipandang. Hidup kan pilihan masing2 wong dosanya juga ditanggung masing2.


Gravatar Iya emg jelas bgt kok mbak, Syaiful ribet org nya. Plintat plintut karena dia sendiri emg aneh. Gw sih setuju Dewi cerai sm Syaiful karena Syaiful orgnya munafik. Alih2 suka ngomong berkedok agama (pakaian,goyangan,etika,dst) eeh dia sendiri jg punya orientasi seksual yg perlu dibereskan. Gw gak asal ngomong (gak asal ikut gosip) tp ada kenalan gw yg kerja jd EO di hotel berbintang d JKT yg bilang bhw Syaiful emg begitu. Sdh jd rahasia umum. So, menurut gw, gmna dia mau membereskan isterinya kalo dia sendiri aja gak beres? Gimana dia mau nyuruh isterinya baik kalau dia sendiri jg gak 'beres'? Gmna mau maksa istri taat sm agama kl dia jg gak jelas ketaatan nya sm agama? (homosexual pasti dilarang oleh agama manapun).
So, intinya kalau mmg Syaiful sdh merasa tidak mampu memposisikan dirinya mjd arahan-panutan-pemimpin bg isterinya...ya emg mestinya dia menceraikan Dewi sj drpd tambah kacau.
Btw, jadiii...seingat gw ini kasus perceraian kedua yg diangkat oleh GT dalam blognya kan? (setelah kasus Aa'Gym dulu)


Gravatar Intan: ohya, mesti diganti jadi "baju yang tipis DENGAN LABEL buatan Inggris kali ya ? Gw juga nggak nge-fans sama Inneke, tapi dia kayaknya contoh yang bagus tentang "berubah image"

ara: aduh, jawabannya gw pisahin aja deh. Panjang sih

Erly: itu maksud gw Kalo berubah (menjadi lebih baik) itu harus disyukuri. Tapi tidak dapat ditargetkan atau di-take-it-for-granted-kan sehingga kalo gak berhasil boleh "dihukum"

tulus: HUAHAHAHA.. gw gak ikutan deh soal tingkahpolah SJ. Nggak tahu ceritanya Gw cuma ngomentarin yang gw lihat di TV aja.

Uhm.. kedua atau ketiga ya? Yang ngomentarin Koes Hendratmo itu dihitung sebagai perceraian atau pernikahan ya, enaknya ?


Gravatar Sekarang reply buat ara:

ara wrote: kalau tindakan DP dapat mengganggu kepentingan umum alias meresahkan masyarakat maka dapat diambil tindakan yang memaksa dia untuk menghentikan aksinya. Ingat kebebasan kita itu terbatas oleh kebebasan orang lain tidak bisa seenaknya berulah dengan dalih kebebasan

Emangnya si SJ mengatur busana istrinya demi kepentingan umum ? Kalau di mata dia mengganggu kepentingan umum, ngapain dia nikahi? Misinya jadi pahlawan ya, marry and change ? Kok jadi inget Devide et Impera atau veni, vidi, vici

ara wrote: Takut akan risiko yang dia terima yaitu hidup susah sehingga dia tetap mengijinkan istrinya bergoyang dan ada kemungkinan digrepe grepe oleh penonton

Kalo emang takut hidup susah, tapi gak bisa terima goyangan, kenapa pula menikah dengan orang yang hidup dari goyangan ? Kawin aja sama Cici Faramida yang cantik dan gak bergoyang sensual

Ini lebih cocok dibilang munafik, double standard, atau nggak konsisten, atau apa lah

ara wrote: silahkan saja lo menganggap Inneke lebih pintar tapi yang pasti Inneke suaranya jelek

Ya emang dia bukan penyanyi kok Aneh deh loe.. HAHAHAHA..


Gravatar Dari dulu emang gw selalu nganggep SJ aneh krn mo ceraikan istrinya dg alasan 'bungkus'. Wong dari sebelum nikah jg udah tau gimana penampilan calonnya, kok ya ujug2 mo mengubah dg instan? Yah susahlah... Pakai maksa dan ancam cerai pula. Cape deh..




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan