Para Kritikus berkata...

maslow.. the humanist one. adore his theory and still trying to understand more about it.

thanks for the insight mbak.


Gravatar Kalo Maslow (Mas Gary Low, lengkapnya) di kantor gua teorinya gini: dateng tepat sebelon bos dateng en pulang tepat setelah bos pulang.


Gravatar Yah, dan gua dengan suksesnya mengebiri teori Maslow. Yang bener gini: dateng tepat sebelon bos dateng en pulang tepat setelah bos pulang akan menaikkan peluang Anda menjadi karyawan teladan.

Maaf ya, Maslow.


Gravatar posting ini panjang dan butuh mikir kalo baca (skarang lg kecapekan buanget nih... ), jadi komennya ditunda dulu ya, huehehehe....


Gravatar KC: hahaha.. suka Maslow ya ?

Dodol: prinsip dasar mengebiri ya, Dol, adalah memotong dan membuat pendek. Loe malah mengembangkan dan memperpanjang

zilko: jadi pass nih? Tiga kali pass ntar game over lho


Gravatar Menurut lo, Freud & Maslow sudah mencapai B-Needs apa belum?


Gravatar ara: wah, Ra, gw gak kenal dua2nya, jadi gak bisa komentar. Tapi kalau berdasarkan biografi Freud, kemungkinan sih dia belum sampai sana. Kalau Maslow gak tahu deh.. gw bukan penggemarnya

Tapi orang2 seperti Bunda Teresa itu menurut gw sudah sampai transendence need


Gravatar eh, itu Maslow emang masih hidup tahun 1998? Kenapa teorinya direvisi tahun 1998 ya? Padahal kan dibikinnya tahun 1954 tuh, hehehe.... Jadi yg th 1998 bukan pemikiran Maslow dong...

eh, pernah liat nih teori Maslow, kalo gak salah sih di pelajaran sosiologi pas SMA kelas 2 tuh, hehe...

eh, orang tua (maksudnya tua umurnya gitu) emang suka ngeyel lagi, haha... .


Gravatar egh, ... belum mampu mencapai nirwana? the 'n' word sounds familiar hweheheh


Gravatar zilko: good point, Zil, Maslow meninggal 1970. Kedua revisinya (thn 1971 & 199 diteruskan oleh anak didiknya

Loe SMA dapat Maslow? Gilaa.. canggih bener De Britto . Tapi kayaknya gw pernah dengar cerita yang mirip dari anak CC. Itu kebijakannya ordo SJ ya ?

Nirwana:


Gravatar bijak?

arti kata2 ni yang sampai sekarang tak bisa diartikan dengan benar. karena selalu berhubungan antara bijak dan suatu kebenaran.
apa yang yang benar itu bijak?
ato yang bijak itu benar?


Gravatar excelcis: Yang benar itu pasti bijak, yang bijak itu pasti benar

Yang jadi masalah adalah: orang seringkali nggak tahu mana yang benar... HAHAHAHA... mereka masih merancukan mana yang benar dengan mana yang "menurut logika" benar


Gravatar Salam....bagus sekali tulisan ini, menjaga pikiran, perasaan agar agar tetap cool, walau dalam "kesendirian", dalm ke"transendenan" ini, maka jika disadari, saat menengok ke segala arah, banyak juga prasarat yg belum terpenuhi. syukur sekali ternyata hal itu bisa ditawar. sehingga,jika diijinkan, situasi di atas sangat-sangat lebih aku syukuri. sebab perih sekali prasarat yg seharusnya milik banyak orang ternyata banyak diakuisisi oleh beberapa orang dengan senjata "pemerintahan", maka yang kecil pasti tak berkutik, contoh : ketika bencana silih berganti dan dibeberapa lokasi. kedodoran dalam hal vital (4 sehat) menjadi begitu langka. contoh : menjelang dan sesudah lebaran di kampungku (Pati) sedikit orang menstok air galon merk terkenal, mereka beli langsung dari truk, dengan harga bagus, jadi harga melambung. ah...inilah kesewenangan sosial yang berlebihan. pengurasan daya dukung alami, dari barang bebas menjadi berang ekonomi. RUSAK. dalam altar yang paling dasar ini (dari tiga altar yg ada), ternyata keluguan ini telah termanipulasi secara sistimik. nah apa yg tidak shock di sini. keculai orang2 yg BERIMAN. Salam.




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan