my imagination, my soul

mas atok, makasih udah mampir balik

kalo berdasar yang aku alami sih....
mungkin dengan sering 'membaca',mendengar, ngambil hikmah dari segala hal di sekitar, ber-empati, sharing, dan sejenisnya paling gak bisa ngelatih kepekaan intuitif

kadang tanpa kita sadari apa yang kita atau orang lain alami sebenarnya punya pola berulang
yang akhirnya bisa di-logikakan jika dikaji secara teori psiko-analisa misalnya

kunci-nya mungkin sabar dan pengendalian diri
jadi sebelum memutuskan sesuatu - pertimbangan intuitif dan logika bisa sejalan
tapi emang susah banget prakteknya sih he3x....

karena tnyata semakin kita 'berumur' kerumitan masalah bisa mengaburkan kepastian ...kita mau percaya intuisi atau melulu mengandalkan logika

jadi....mari kita nikmati permainan masalah hidup kita he3x.....


Gravatar aku termasuk yang sering mengabaikan intuisi
padahal sudah sering kali
setelah menempuh realita
intuisi itu nyata adanya
bagaimana melatih intuisi (hati) agar selalu tajam dan melatih otak agar percaya padanya?


Gravatar Ria...iya....keseimbangan emang perlu dijaga walau susah
semakin kita nganalisa sesuatu
dan kita yakin secara intuitif pemecahannya
sering kita bertanya-tanya dan gak percaya dengan temuan kita
eh...akhirnya malah kecewa
karena terlambat untuk bertindak

he3x


Gravatar Yunus, emang benar pada kasus tertentu
apalagi yang berkaitan ama pergulatan batin
kita perlu percaya intuisi


dan di saat itu logika penting untuk kemampuan memetakan permasalahan dan mencari solusi praktis yang tepat guna
terutama untuk bertindak lebih bijak

makasih udah komen ya? he3x


Gravatar Mudah-mudahan kita tetap bisa menjaga kesetiaan 'intuisi' kita meskipun kadang tidak didengar dan terlupakan ya,Jo.


Gravatar betul sekali bu.
intuisi memang di atas logika.
pada akhirnya 'hati' lebih tinggi tingkatannya dibandingkan 'otak'.




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan