my imagination, my soul

norman rockwell...betul Nus...

karakter realis, ekspresif, tekanan sketsa
plus
profesinya sbg illustrator media,
teknik visualisasi, tema dan konteks budaya Amerika
menjadikan karya-nya memuat nilai klasik dan populer sekaligus

ini menurut pengamatanku

aku tertarik ngeliat pertama kali ...di kalender....

pak suyadi emang kreator yang membumi ya diliat dari karyanya....


Gravatar lagi2, 'dalem banget'. filsafat banget.
saya justru tertarik sama norman rockwell-nya, he is my favourite artist beside jim henson "muppet" dan suyadi "unyil".


Gravatar ya betul....
obatnya tetap beribadah.....lewat pikiran, perkataan dan perbuatan
(bagi kita yang percaya kepadaNya)


Gravatar mungkin karena jadi misteri, hingga kita tetap merindukannya...


Gravatar ya....
konteks abadi mutlak bagi yang percaya pada Tuhan memang akan kembali padaNya
nilai-nilai yg 'berkeliaran' dalam hidup
jiwa yang mengisi dan melingkupi

iman yg bisa membuat kita bertahan dalam harapan akan 'keabadian sejati'
walaupun mungkin akan tetap jadi misteri


Gravatar orang seperti Socrates, Plato, atau mungkin Marx, mereka tetap "abadi" karena pemikirannya masih mewarnai dunia. tatapi itu hanya seumur dunia. sama dgn buku, potret, atau benda kenangan yg kita titipkan pada anak cucu. setelah dunia musnah, semuanya lenyap. berarti itu bukan keabadian sejati. kalau saya sih merindukan keabadian yg melampaui umur jasad bahkan dunia? hehehe...


Gravatar kalau dalam konteks spiritual vertikal memang benar yg seperti mas Aswan jabarkan.....
dalam skala manusia , manusia hanya bisa berharap akan keabadian dan mengupayakan


Gravatar Keabadian itu substansi Tuhan. Manusia rindu pd kebadian krn ruh/jiwa kita berasal dari yang abadi (Tuhan). Segala sesuatu akan slalu rindu utk pulang ke asalnya. Hehehe..itu kalo versi saya.


Gravatar jawban utama sih spt yang udah kutulis di paragraf pertama :

manusia enggan lepas dari kenyamanan, kemapanan
keabadian jadi harapan

tiap orang ingin slalu menjalani kebahagiaan
keabadian adakalanya menjamin hal itu
manusiawi kalau manusia rindu keabadian

padahal kita tahu
kita yang percaya pada Tuhan
percaya juga bahwa tidak ada yang abadi di dunia


Gravatar menurut Mba', mengapa manusia rindu pada "keabadian"?


Gravatar dalam hidup
biasnya ke kiri dan ke kanan
ke atas dan ke bawah

tidak bisa dipungkiri
ada bagian kehidupan
yang cenderung mengedepankan
ke'abadi'an kenikmatan badani
hingga ke sisi yang paling ekstrim sekalipun
salah satunya
film biru

jadi
supaya gambaran - nya utuh
ada atas ada bawah
ada kiri ada kanan
aku ambil yang film biru aja
sebagai simpangan dari yang
dimensi spiritual vertikal


Gravatar blog & facebook, oke bisa dimengerti. tapi mengapa film biru masuk bagian dari "proyek mengabadikan", yaa?




Name:

Email:

URL:

Comment:  ? 

 

Commenting by HaloScan